Rabu, 01 Juni 2011

Kendaraan-Kendaraan Unik Nan Canggih

Kendaraan telah berevolusi ke arah bentuk-bentuk yang semakin canggih, praktis, efisien, multifungsi, nyaman dan aman digunakan. Rumah-rumah desain otomotif dunia berlomba-lomba menghadirkan kendaraan-kendaraan yang mencoba memenuhi kebutuhan manusia dengan menawarkan berbagai keunggulan. Inilah sebagian di antaranya, masih berupa konsep dan ada yang sudah siap dipesan dan diboyong ke garasi.





 


Sepeda dengan Music Player



Desain hasil karya Reindy Allendra ini menggabungkan music player dengan sepeda. Musik tidak bisa lepas dari aktivitas kehidupan sehari-hari. Untuk itulah sepeda ini didesain, digunakan untuk olahraga, bekerja, atau untuk sekedar jalan-jalan tanpa lepas dari alunan musik.


Music playernya dipasang di setang yang bisa dirubah-rubah posisinya dan mampu mengkonversi energi dari roda sepeda untuk mengisi baterai yang digunakan tidak hanya untuk music player-nya tapi juga untuk menyalakan lampu di malam hari

Mobil Konsep MAG LEV


Mobil konsep ini ditenagai oleh mesin listrik yang menghasilkan medan magnet yang mampu membuatnya berjalan.


Mobil MAG ini membutuhkan semua onderdilnya berjalan berdasarkan magnetisasi, yang agak impossible untuk implementasi skala besar. Tapi teknologinya sangat mengurangi kebutuhan akan energi untuk menggerakkannya karena motor elektromagnetiknya yang mampu mengurangi berat hingga 50 persen.



Proxima Konsep Hybird Sepeda Motor/Mobil


Proxima dimaksudkan untuk mengawinkan antara sebuah mobil dengan sepeda motor. Punya dua tempat duduk dengan desain minimalis yang tidak memenuhi jalan atau tempat parkir.





SAM Vehicle dari Cree Ltd


SAM ini adalah desain konsep pemenang penghargaan di Swiss dan dipatenkan sebagai kendaraan Zero Emission Vehicle (ZEV). Didesain dan dibangun oleh Cree Ltd. Saat ini masih dalam tahap prototipe dan telah disetujui untuk digunakan sebagai kendaraan untuk publik.



Honda Puyo


Honda Puyo dibuat sebagai kendaraan yang hangat dan bersahabat, baik untuk penggunanya maupun untuk pejalan kaki. Konsepnya ultra-efisien, ditenagai mesin berteknologi hydrogen fuell cell.

Bentuknya didesain dengan minimalis dan seefisien mungkin. Bodinya terbuat dari material soft yang Honda menyebutnya sebagai "gel body". Menariknya material dari alam ini bisa memancarkan cahaya alias bisa menyala.




The Scorpion Eco-Exotic Car


Mobil sport ini adalah gabungan mobil eksotis sekaligus ramah energi. Scorpion didesain oleh rumah produksi Austin dan dikembangkan oleh Ronn Motor untuk mobil hybird berbahan bakar hydrogen injected.
Berbasiskan teknologi "hydrogen on demand", mengolah air dan merubahnya menjadi hidrogen yang diinjeksi ke dalam sistem bahan bakar mobil. Masih menggunakan bahan bakar fosil untuk inisialisasinya, mobil ini mampu memnghemat bahan bakar hingga 40% dengan teknologinya dan siap bersaing dengan supercars eksotis lainnya.


Kabarnya mobil eksotis ini milai bisa dipesan di tahun 2009 ini.

Jaambaaro pedal car


Di banyak negara miskin atau sedang berkembang, ketersediaan mobil ambulan sangat terbatas. Berdasarkan pemikiran ini Benoit Angibaud mendesain Jaambaro, ambulan bertenaga pedal yang ditujukan untuk masyarakat di Afrika untuk memeroleh penanganan medis secara cepat.


Disamping digerakkan oleh pedal, kendaraan ini juga dipadu dengan mesin listrik bertenaga matahari untuk bergerak. Didesain untuk mudah dibuat dan dari material lokal yang mudah didapat, diharapkan kendaraan ini bisa dibangun dengan memanfaatkan sumberdaya lokal setempat.

Backpack Bicycle Concept


Mungkin sudah pernah melihat atau menggunakan sepeda yang bisa dilipat dan ditenteng. Tapi sepeda yang satu ini tidak hanya bisa dilipat tapi bisa dibawa layaknya tas punggung.


Designer Chang Ting Jen memperkenalkan desain sepeda ringan yang beratnya hanya 5,5 kg dan berukuran panjang 60cm ketika dilipat sehingga bisa dibawa layaknya ransel di punggung Anda dengan mudah.



Clever Concept


CLEVER adalah kependekan dari Compact Low Emissions Vehicle for Urban Transport. Kendaraan beroda tiga yang diberi nama TRON-esque ini panjangnya 10ft, lebar 3,3ft tinggi 4,4ft, dan berat 879lbs dengan wheelbase 2450mm.



Di depan dipasang vel berdiameter 17" dan 18" untuk dua roda belakangnya. Kendaraan ini didesain mampu miring di belokan dan computer-controlled hydraulic rolling system-nya mampu menjaga keseimbangan saat miring dengan sudut 45°, mirip saat mengendarai sepeda motor.


CLEVER adalah hasil kolaborasi antara TUB, BMW, dan beberapa inovator otomitif lainnya untuk mendesain kendaraan perkotaan yang ringan, rendah emisi dan irit.


Yamaha Deus Ex Machina Motorcycle


Didesain oleh Jake Loniak, mahasiswa di Art Center, Pasedena untuk Yamaha, The Yamaha Deus Ex Machina sosoknya sangat futuristis merupakan kendaraan personal yang dirancang untuk satu orang penumpang.

"Kendaraan ini ditenagai oleh ultra-capacitors dan doped nano-phoshpate batteries (biasanya juga digunakan di mobil-mobil hybird) dan dikendalikan dengan menggunakan 36 kabel-kabel udara/gas yang digerakkan oleh dua actuator linier yang dipasang di sepanjang punggungnya yang terdiri dari tulang belakang buatan."


Desainernya yakin kendaraan ini mampu mencapai kecepatan 75mph (0-60mph dalam 3 detik) dengan waktu recharge 15 menit dan cycle-time satu jam.

The Hydrogen Fuel Cell Tractor


Mesi bukan suatu pencapaian yang luar biasa, traktor baru ini menunjukkan bagaimana teknologi bahan bakar alternatif mulai unjuk gigi. Traktor ini ditenagai oleh sel-sel baterai NH2 yang tanpa emisi dan menghasilkan tenaga sebesar 106 HP. Sel-sel ini bekerja pada motor listrik yang bekerja selama 1,5 hingga 2 jam untuk setangki hidrogen.



NH2 bukan mesin berat pertama yang menggunakan energi alternatif, tetapi sepertinya inilah yang pertama didesain untuk digunakan secara komersil. Testing prototipe-nya diharapkan segera dilakukan dan siap diproduksi dalam tiga tahun.



Namir, Mobil Hybird Tercepat


Rumah desain Italdesign mendesain Namir yang diklaim sebagai mobil hybird tercepat di dunia. Bertenaga 370HP, Top speed 187mph (miles per hour) dan mampu berjalan sejauh 1200 mil tanpa mengisi bahan bakar atau re-charge.




Mesinnya ditenagai oleh suatu lithium ion battery pack dengan power 270kw, ekuivalen dengan 370HP. Efisiensi bahan bakarnya mencapai 39km/L, kira-kira 92 mil per-galon. Emisi karbonnya kurang dari 60 g/km CO2. Dan dengan 50 liter bensin supercar ini mampu berjalan sejauh 2000 mil.




Bonus:
Tabbert Paganini Caravan


Caravan mewah yang satu ini memang luar biasa dilihat dari sisi manapun. Eksteriornya menghadirkan desain yang moderen sekaligus indah dipandang. Interiornya digarap dengan sangat detail. Rak-rak di atasnya terbuat dari stainless steel anti karat dengan meja terbuat dari kayu asli yang dibuat dengan kualitas tinggi.


Atapnya mempunyai ketebalan 6 cm berfungsi menyerap panas dan meredam bunyi dipadu dengan AC yang terpasang disitu menambah kenyamanan berada di dalamnya. Masak di dapur mini dengan kulkas untuk tempat persediaan makanan dan tidak lupa kamar mandi dengan shower di langit-langitnya.

READ MORE - Kendaraan-Kendaraan Unik Nan Canggih

Selasa, 31 Mei 2011

10 pesawat tercepat di dunia


Tercatat bahwa penerbangan untuk tujuan militer terjadi pada tahun 1794 selama Pertempuran Fleurus.  Ketika itu Prancis menggunakan balon udara  untuk mengintai pergerakan tentara Austria selama pertempuran. Meskipun sukses pada saat itu, banyak kemajuan telah dibuat dalam bidang kekuatan udara militer. Dan sekarang, Anda mungkin tidak akan melihat balon pengintai lagi di udara. Sebaliknya, Anda akan melihat pesawat militer ramping melesat di atas langit Anda, bahkan untuk beberapa jenis pesawat militer Anda mungkin tidak ‘sempat’ melihat apa-apa! Daftar nama-nama berikut adalah10 (Sepuluh) pesawat militer tercepat yang pernah ada. Semua diwakili di kecepatan mach atau satuan kecepatan suara dan masing-masing dari pesawat yang dikemudikan menggunakan mesin jet. Sekedar tahu saja kecepatan 1 mach setara dengan 1.225 Km/jam!.  wuuzzzzzz……………………..
Semua pesawat tercantum di bawah ini dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan supersonik.  Jadi pakailah sabuk pengaman dan persiapkan diri untuk terbang!
10. F-14D Super Tomcat– Mach 2.34
Jika Anda pernah menonton Top Gun, Anda pasti melihat Tomcat, meskipun mungkin salah satu dari seri sebelumnya. Tomcat F-14D, dirancang oleh Grumman, jelas merupakan salah satu dari jenis pesawat militer tercepat.
Mampu mencapai kecepatan di 2,34 mach, pesawat itu dibuat untuk dapat menghancurkan pesawat musuh pada malam hari. Sementara banyak pesawat yang hanya diijinkan untuk terbang dalam cuaca yang layak, F-14D bisa terbang dan menghancurkan dalam semua jenis kondisi. Tidak hanya itu, selain dapat menyerang pada malam hari dan dalam cuaca yang tidak terlalu baik, pesawat ini juga mampu menembak sekaligus 6 target pada waktu yang sama. Tomcat juga bagus untuk mendeteksi pesawat musuh dari jarak 100 mil.
Penerbangan perdananya pada tanggal 23 November 1987 dari halaman Calverton Grumman dan prototipe akhir melakukan penerbangan pada tanggal 9 Februari 1990. Tomcat F-14D adalah seri terakhir dari seri F-14 F  yang upgrade dengan perangkat lunak komputer yang jauh lebih handal dan canggih. Namun, Menteri Pertahanan Dick Cheney menganggap pesawat ini tidak cukup kompetitif untuk bersaing dengan teknologi modern saat ini dan membatalkan produksi F-14 tahun 2008.
Apa kabarnya sekarang?
Pada tanggal 10 Maret 2006, Tomcat F-14D pensiun dari dinasnya di Angkatan Laut Amerika Serikat. Sebelumnya, pada tanggal 8 Februari 2006 ditandai sebagai tanggal terakhir pesawat ini digunakan ketika terlibat dalam pertempuran di Irak.
Pesawat ini dibangun sebanyak 712 unit,  tapi kebanyakan daripadanya saat ini harus ‘dihukum’ dengan kejam. Tomcat yang masih utuh tanpa banyak kerusakan mekanis disimpan di Davis-Monthan Air Force Base. Anda juga akan menemukan banyak model di berbagai lintasan udara dan ruang museum. Namun yang lainnya sengaja dihancurkan sehingga Iran dan negara-negara lain tidak akan mendapatkan akses ke sparepart pesawat ini (dilaporkan 20 unit F-14 di Iran yang masih operasional, dari total 44 unit seluruhnya).
Pada tahun 2007, 23 dari 165 Tomcat sengaja dihancurkan. Biaya penghancuran pesawat secara benar  sekitar $ 900.000, ini setara dengan sekitar 42% dari biaya total pembuatan Super Tomcat F-14D!.
9. MiG-23 Flogger – Mach 2.35
MiG-23 Flogger dibangun untuk menggantikan MiG-21 Fishbed sebelumnya. Dibuat dengan mesin yang lebih kuat serta setelan sudut sayap menyapu yang mampu mengubah variabel seperti kecepatan, waktu lepas landas, dan waktu pendaratan.
Mereka yang pernah terbang bersama pesawat ini mengatakan bahwa Flogger adalah salah satu pesawat tempur terbaik yang pernah dibuat dan relatif mudah untuk diterbangkan.
Meskipun digunakan untuk pertahanan Rusia dengan sistem pelacakan dan radar inframerah, pesawat ini diakuisisi oleh AS dan berganti nama menjadi YF-113 dengan beberapa perubahan.
Flogger banyak digunakan oleh Uni Soviet serta Hungaria, Polandia, Bulgaria, Jerman Timur, dan beberapa sekutu Pakta Warsawa. Negara-negara seperti Kuba, Korea Utara, India, Mesir, Suriah, dan lain-lain juga memiliki MiG-23S.
Apa kabarnya sekarang?
Meskipun tidak digunakan sesering itu di masa lalu, MiG-23 tetap seorang pejuang yang sangat populer di berbagai negara. Sekitar 11.000 unit MiG-23S masih diterbangkan oleh berbagai kelompok angkatan udara di seluruh dunia, seperti Angola, Ukraina, Sudan, Kazakhstan, dan India. MiG-23S juga dijumpai di berbagai museum, termasuk Museum Perang Besar Patriotik di Kiev dan Museum Penerbangan di Beograd.
8. Su-27 Flanker – Mach 2.35
Uni Soviet menciptakan Su-27 Flanker untuk menyaingi supremasi udara  AS dengan F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon-nya. Mampu terbang dengan kecepatan 2,35 mach, Flanker menjadi pesawat tempur paling tangguh pada masanya.
Rancangan akhir  Su-27 selesai pada tanggal 20 April 1981. Flanker banyak mencatat rekor, termasuk kecepatan take-off dan tertinggi dalam mendaki ketinggian. Meskipun merupakan proyek Rusia, negara-negara lain seperti Vietnam dan Cina sangat tertarik dalam memproduksi Flanker dengan versi mereka sendiri, tapi ini biaya yang harus dikeluarkan sangat menawan : $ 180 juta!.
Apa kabarnya sekarang?
Hari ini Anda akan menemukan Su-27 Flankers tetap terbang dan masih digunakan militer. Meskipun Uni Soviet telah menjadi sejarah, Rusia masih memiliki 449 pesawat yang aktif, Belarus memiliki 19 unit, dan Ukraina 74 unit. Selain negara-negara ini, AS, Ethiopia, Indonesia dan negara lain juga memiliki beberapa pesawat ini. Saat ini, pesawat tersebut dijual dengan harga sekitar $ 5 juta. Berminat!
7. F-14 Tomcat – Mach 2.37
Angkatan Laut Amerika Serikat sedang mencari seorang petarung jangka panjang dan Grumman memiliki jawabannya: F-14. Dilengkapi dengan setelan sudut sayap yang dapat diubah dan kapasitas bahan bakar besar, pesawat ini memang jempolan. Dengan kemampuan menembakkan rudal ke pesawat musuh dari lebih dari 100 mil, menjadi sangat berguna untuk melindungi kapal induk yang dari diserang dari udara.
Setelah Uni Soviet bubar tahun 1990-an, Pesawat ini diturunkan  kemampuannya hanya untuk serangan darat terbatas dan kemampuan yang diinstal sebelumnya tidak lagi dibutuhkan. Hari ini F14 telah digantikan oleh F/A-18E/F Super Hornet karena meningkatnya biaya pemeliharaan.
Apa kabarnya sekarang?
Tomcat F-14D sudah pensiun pada tanggal 22 September 1996.  Misi militer terakhirnya adalah menjatuhkan bom di Irak pada tanggal 8 Februari tahun yang sama. Karena  biaya untuk membangun dan memelihara F-14 itu terlalu mahal, penciptaan setiap F-14 baru telah dihentikan, dan tomcat yang masih beroperasi secara perlahan-lahan diturunkan dari udara. Di AS, Anda tidak akan menemukan F-14 terbang atau melawan pesawat asing. Sebaliknya, anda akan sering menjumpai mereka di museum-museum.
Meskipun tak satupun F-14 yang terbang di AS lagi, Angkatan Udara Iran masih memilikinya ketika AS menghibahkan kepada mereka pada tahun 1976.  Sehingga Iran adalah satu-satunya negara selain AS yang menggunakan pesawat ini.
6. Su-24 Fencer – Mach 2.4
Su-24 Fencer adalah pesawat buatan Soviet yang awalnya dimaksudkan untuk menyaingi US F-111.  Namun Fencer membuktikan bahwa ia jauh lebih baik, jauh lebih cepat, kecil, ringan, dan lebih kuat daripada F-111. Bahkan, Fencer sering disebut sebagi pesawat paling berbahaya yang pernah dimiliki Uni Soviet.
Keunggulan pesawat ini adalah bahwa ia mampu mencapai mach 2,4 pada ketinggian rendah, sementara tidak banyak pesawat yang mampu melakukannya.  Dibutuhkan ketinggian tertentu untuk bisa terbang pada kecepatan supersonik. Fencer juga dilengkapi dengan rudal laser-designators yang mempunyai akurasi lebih baik. Teknologi ini bersama dengan radar membuat Fencer sangat kuat. Meskipun penerbangan perdananya pada 2 Juli 1967, secara resmi Fencer diperkenalkan pada militer tahun 1974.
Apa kabarnya sekarang?
Su-24 Fencers dibangun sebanyak 1.400 unit. Pesawat masih digunakan oleh AU Rusia serta Ukraina Air Force. Pesawat ini digunakan pada tahun 2008 selama konflik di Georgia. Selain kedua negara tersebut, tempat-tempat seperti Iran, Aljazair, Irak, Libya, Belarus, dan banyak negara lain masih menggunakan pesawat untuk militer mereka.
5. F-111 Aardvark – Mach 2.5
F-111 Aardvark mungkin paling dikenal dengan desain modul kokpit untuk dua awak yang dirancang lepas pada keadaan darurat. Pertama dirancang awal 1960-an oleh General Dynamics, F-111 Aardvark, meskipun mempunyai nama yang aneh, Aardvark adalah pembom strategis yang banyak digunakan pada waktu itu.
Pertama kali mengudara pada tanggal 21 Desember 1964 dan dibawa bergabung ke militer pada bulan Juli 1967. Tujuan dibangunnya F-111 adalah sebagai interceptor jarak jauh bagi US Navy serta pesawat pembom Angkatan Udara. Namun kemudian, pesawat hanya bermanfaat bagi Angkatan Udara sebab ketika berkumpul dan siap untuk dimasukkan ke carrier dek kapal induk Angkatan Laut, mereka dianggap terlalu berat untuk digunakan.
Apa kabarnya sekarang?
Selama Perang Vietnam, F-111 paling banyak digunakan, namun karena biaya operasional yang tinggi, pesawat ini perlahan dipensiunkan. Hari ini F-111 Aardvark tidak digunakan di Amerika Serikat. Angkatan Udara Amerika Serikat berhenti menggunakan pesawat pada tahun 1998. Di AS, Anda akan menemukan F-111 dipamerkan di berbagai museum, termasuk California, Illinois, Texas, Alabama, New York, Ohio, New Mexico, dan banyak tempat lainnya. Australia masih menggunakan armada cukup kecil dari F-111C, namun negara itu berencana untuk berhenti menggunakannya pada akhir tahun 2010 dan digantikan oleh F-35.
4. F-15 Eagle – Mach 2.5
Untuk  menggantikan F-4 Phantom yang sudah out of date, Angkatan Udara AS mencari pesawat tempur superior yang canggih dengan kemampuan jelajah jarak jauh. Pada tahun 1965 permintaan itu dibuat, hanya tujuh tahun kemudian pesawat itu sudah terbang untuk pertama kalinya dan bergabung ke militer pada tahun 1979.
McDonnell Douglas, sebuah perusahaan yang dikenal sebagai pembuat Boeing, membuat pesawat yang memiliki sayap besar dengan kelincahan yang luar biasa untuk ukuran pesawat sekitar 64 meter panjang dan bentang sayap 42 kaki itu. Meskipun pesawat lebih besar dari ukuran rata-rata kebanyakan pesawat tempur, penggunaan titanium serta kompresi mesin jet yang disesuaikan memungkinkan pesawat mencapai kecepatan Mach 2,5 dalam waktu singkat. Namun, Eagle hanya mampu melaju sekitar 1,78 mach ketika dimuati senjata.
Tentu saja seperti kebanyakan pesawat, F-15 Eagle punya berbagai seri, termasuk F-15A dan F-15D. Model-model baru yang jauh lebih canggih, dilengkapi dengan radar top-of-the-line, komputer baru, dan banyak lagi.
Apa kabarnya sekarang?
Hari ini, F-15 Eagle adalah salah satu dari beberapa pesawat pada yang masih digunakan oleh pasukan AS termasuk Garda Nasional serta Angkatan Udara. Eagle sering dianggap sebagai salah satu pesawat paling sukses yang pernah dibuat. Pesawat ini memiliki lebih dari 100 misi sukses sejak debutnya. Banyak digunakan dalam konflik Timur Tengah di masa lalu. Dalam perang Irak dan misi untuk Operasi Kebebasan Irak, F-15 telah terbukti sebagai unsur vital bagi keberhasilan dalam perang. Di luar AS, banyak negara memutuskan untuk tetap menggunakan F-15. Termasuk Jepang, Israel, dan Arab Saudi.
3. MiG-31 Foxhound – Mach 2.83
Debut penerbangan pertama pada tanggal 16 September 1975, MiG-31 Foxhound dibuat untuk menggantikan MiG-25. Tugasnya mencegat pesawat asing dengan kecepatan tinggi serta menggagalkan rudal jelajah dan pesawat yang terbang rendah. Meskipun mirip dengan MiG-25, Foxhound mengalami perombakan besar. Pesawat dibuat lebih besar dari MiG-25. Memiliki kemampuan untuk terbang dengan kecepatan supersonik, bahkan di ketinggian rendah. Pesawat juga telah diberikan mesin baru dengan kapasitas besar serta sistem pelacakan radar canggih yang membuat Foxhound jauh lebih handal dan efisien dalam pekerjaannya.
Resmi masuk militer pada tahun 1983, Foxhound perlahan menggantikan penggunaan MiG-25. Sekitar 400-500 unit MiG-31 diciptakan untuk Rusia dan Uni Soviet.
Apa kabarnya sekarang?
Hari ini, Rusia, Kazakhstan, dan segera menyusul Suriah mengandalkan MiG-31. Rusia memiliki sekitar 286 unit yang digunakan untuk tujuan militer, dengan  tambahan cadangan sebanyak 100 unit. Kazakhstan juga memiliki beberapa Foxhounds, tetapi banyak yang tidak beroperasi, tetapi negara ini berencana memperbaiki sekitar 10 unit yang akan digunakan Angkatan Udara mereka. Suriah memang belum memiliki Foxhounds, namun mereka telah memesan pesawat ini.
2. MiG-25R Foxbat-B – Mach 3.2
Pada tahun 1959, Uni Soviet memfokuskan diri pada penciptaan pesawat tempur yang bisa mencegat serta digunakan untuk kegiatan pengintaian sekaligus.
Seperti beberapa pesawat Rusia lainnya, pesawat ini diciptakan untuk menyaingi pesawat AS seperti Lockheed SR-71 serta North American XB-70. Pada bulan Maret 1964, MiG-25R Foxbat melakukan penerbangan perdana dan segera pada tahun 1969, undang-undang ditandatangani untuk memungkinkan pengujian pesawat dengan kemampuan pengintaian dan tes dilakukan tahun 1970.
Pada tahun 1972 desain penyempurnaan telah digunakan oleh Angkatan Udara Uni Soviet. Pesawat dilengkapi dengan sistem pengendalian kebakaran otomatis serta radar besar  dengan sistem look-down dan shoot-down setelah tahun 1980 ketika semua MiG  diperbarui.
MiG-25R Foxbat juga mampu membom stasioner menggunakan bom jatuh bebas dari ketinggian 65.000 ft sambil tetap terbang dengan kecepatan supersonik. Ada juga sistem  terinstal yang memungkinkan pesawat untuk menjatuhkan 10 bom sekaligus!
Apa kabarnya sekarang?
Berbagai negara di seluruh dunia masih menggunakan MiG-25R. Tempat-tempat seperti Azerbaijan, Kazakhstan, Suriah, Turkmenistan, Iran, dan Aljazair semua punya akses ke pesawat. Tentu saja, Rusia sebagai pengrajin utama pesawat tetap terus menggunakannya. Sekitar unit 39 unit MiG-25 telah dibangun. Sementara beberapa masih diterbangkan, yang lain telah dimuseumkan, termasuk yang berada di Museum Nasional Angkatan Udara Amerika Serikat di Dayton, Ohio.
1. SR-71 Blackbird – Mach 3.2+
Meskipun pertama kali diperkenalkan pada 1966, SR-71 Blackbird masih dinobatkan sebagai pesawat berawak pengintai tercepat hingga empat dekade kemudian. Diproduksi oleh Lockheed, SR-71 ini dirancang oleh Clarence “Kelly” Johnson eorang tokoh penting dalam sejarah penerbangan.
Memulai debutnya pada tanggal 22 Desember 1964, dan memulai karir di militer pada Januari 1966. SR-71 mampu terbang dengan kecepatan mach 3,2 bahkan lebih.  SR-71 adalah pesawat pengintai U-2 yang sangat rentan bagi pertahanan udara Soviet karena kecepatan dan kemampuan terbangnya yang lebih tinggi dan dilengkapi dengan kemampuan untuk melarikan diri.
Faktanya, pesawat ini tidak pernah jatuh oleh musuh, 12 unit dari 32 unit yang pernah dibuat hancur dalam kecelakaan. Pesawat  dicat dengan cat teknologi baru yang memungkinkan sulit dilacak radar. Bentuk keseluruhan pesawat juga menjadi salah satu pesawat stealth teknologi pertama.
Apa kabarnya sekarang?
Hari ini Anda tidak akan menemukan SR-71 terbang di antara awan. Sebaliknya, Anda hanya akan menemukannya di museum, atau jika Anda bekerja untuk Lockheed di Palmdale, Anda akan menemukan tiga dari mereka dikunci di gudang hanggar mereka.
SR-71 itu secara permanen pensiun pada tahun 1998 ketika Kongres dan Angkatan Udara AS memutuskan pesawat ini sangat mahal untuk pemeliharaan dan biaya operasionalnya. Meskipun pensiun untuk pertama kalinya pada tahun 1991, Kongres memutuskan mengaktifkan kembali armada kecil untuk digunakan selama Perang Dingin. Upgrade mengagumkan untuk pesawat, seperti sistem radar canggih dan link data yang dapat mengirim gambar secara real time, SR-71 tetap di’hanggar’kan pada tahun 1998 untuk selamanya.
Jika Anda pernah ingin melihat jejak kehebatan SR-71, Anda dapat menemukannya di berbagai ruang museum serta di pangkalan Angkatan Udara di Tucson, Arizona; Edwards Air Force Base di California; Kalamazoo, Michigan; Eglin Air Force Base di Florida; serta berbagai museum di California, Inggris, Ashland, Nebraska, Ohio, Utah, dan Virginia.
READ MORE - 10 pesawat tercepat di dunia